Kokurikuler Ekoprint Kelas X SMA Negeri 6 Mataram, Wujudkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

SMA Negeri 6 Mataram menggelar kegiatan kokurikuler ecoprint guna mengembangkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Siswa kelas X SMA Negeri 6 Mataram mengikuti kegiatan kokurikuler bertema ecoprint yang dilaksanakan di lingkungan sekolah pada Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang memadukan unsur seni, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ecoprint merupakan teknik menghias kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tanaman untuk menghasilkan motif dan warna alami. Dalam pelaksanaannya, siswa di ajak mengumpulkan daun-daun di sekitar sekolah, kemudian menatanya di atas kain sebelum melalui proses penggulungan dan pengukusan agar motif tercetak dengan sempurna.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak kreatif memadukan berbagai jenis daun untuk menghasilkan pola yang unik dan menarik. Selain belajar teknik dasar ecoprint, siswa juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan bahan ramah lingkungan sebagai alternatif pewarna sintetis.

Moh. Ridwan, S.Pd. selaku Plt.Kepala SMA Negeri 6 Mataram menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kokurikuler di SMAN 6 Mataram.Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan dan jiwa kewirausahaan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan agar siswa memiliki keterampilan yang bermanfaat di masa depan. Sekolah akan terus mendukung program-program pembelajaran yang inovatif dan berbasis praktik nyata, kami juga berharap melalui kokurikuler ecoprint dapat menumbuhkan jiwa enterpreneur di usia muda hingga nantinya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri”ujarnya.

Dita Nur Zahwa salah satu siswi kelas X8 mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan kokurikuler.

“Saya sangat senang, karena ini pengalaman pertama saya membuat ecoprint. Ternyata dari daun-daun sederhana bisa menghasilkan motif yang indah. Kegiatannya seru dan membuat kami lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya (Humas).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *